Seberkas cahaya, tanda sebuah harapan
Kau ada bukan untuk mengganggu istirahat orang
Kau ada untuk mengingatkan
Bahwa ada yang harus dijalani, bernama kehidupan
Kau muncul dengan keberanian,
Melawan gelap dan kengerian malam
Tak kalah seindah senja, kau menggemakan keindahan
Yang hanya dapat dinikmati oleh mereka yang mau berjuang
Bukan perkara cahaya yang berusia sementara
Tapi, fakta bahwa kau akan selalu ada
Biar kata orang tak memerhatikan pesonamu,
Hadir tepat waktu adalah tabiatmu
Kalau seorang mengakhiri lelah dan menutup malam,
Kau mendahului lelah itu, untuk menyambut bangun dengan terang
Kau lonceng yang membangunkan dunia,
Agar pagi disemangati oleh pasukan semesta
Kalau aku disuruh memilih,
Tak inginku menjadi bulan, yang tidak akan bertemu kamu
Tak inginku menjadi bumi, yang akan mati tanpamu
Tak inginku menjadi awan, yang terkadang menyamarkan cahayamu
Tapi, jadikanlah aku langitmu
Langit yang mau memperjuangkan hari bersamamu
Langit yang paling bersyukur diciptakan sebagai langit
Karena langit punya kamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar